Selasa, 24 Mei 2016

Kumpulan 50 judul skripsi jurusan pendidikan tekhnologi informasi

1. ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN KARYAWAN PT. INDONESIA RAYA AUDIVISI

2. ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PENGISIAN FORMULIR RENCANA STUDI SECARA ONLINE DI STIMIK PERBANAS

3. ANALISA STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENGURAI KALIMAT BERBASIS LINGUISTIC

4. ANALISA TRAFFIC INTERNET PADA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK SMU NEGERI 13

5. ANALISIS SISTEM KEAMANAN JARINGAN HOT-SPOT

6. ANALISIS SISTEM PERANCANGAN PEMASARAN DAN PEMESANAN ONLINE PADA PT ABC

7. APLIKASI “WEB TRAFFIC ENGINEERING”

8. APLIKASI AKUNTANSI PERHITUNGAN PAJAK TAHUNAN

9. APLIKASI TEXT TO SPEECH (TTS) BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMBACA SMS

10. DETEKTOR PENGAMAN RUMAH

11. DIGITAL IMAGE WATERMAKING PADA MOBILE DEVICE

12. ENSIKOLPEDIA MATA BERBASIS MULTIMEDIA

13. IEEE 802.11B SEBAGAI STANDAR TEKNOLOGI JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL

14. IMPLEMENTASI ALGORITMA ENKRIPSI RIJNDAEL DALAM OPENSSL-0.9.7

15. IMPLEMENTASI ROUTING YANG MENGGUNAKAN STANDARISASI H.323 YAITU OPEN H.323 GATEKEEPER

16. KOMPUTERISASI DATA NILAI UJI KOMPETENSI PADA SMK YIS MARTAPURA OKU MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCESS

17. LAPORAN KERJA PRAKTEK PERANGKAT LUNAK PENGELOLAAN DATA COUNTER DI V COMM CELL

18. MEMBANGUN JARINGAN PC CLONING MENGGUNAKAN SOFTWARE WINCONNECT

19. MERANCANG SISTEM GATEWAY PENGOLAH DATA RADIO PAKET

20. MONITORING RUANGAN MENGGUNAKAN KAMERA IP DENGAN BAHASA PERSONAL HOME PAGE (PHP)

21. OTENTIKASI PADA APLIKASI BERBASIS WEB

22. PC CLONNING MELALUI PORT USB DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BETWIN

23. PEMASANGAN APLIKASI SMS GATEWAY UNTUK PERGURUAN TINGGI

24. PEMBANGUNAN SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE DENGAN WML DAN PHP UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB KERUSAKAN MESIN ISUZU PANTHER

25. PEMBANGUNAN SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE DENGAN WML DAN PHP UNTUK PENYAKIT PARU PADA ANAK
26.  PENERAPAN METODE SHARING KNOWLEDGE COMMUNITY PADA MATA KULIAH SEMINAR ILMU KOMPUTER
27.  PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
28.  PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ASPEK KOGNITIF SISWA
29.  PEMBELAJARAN TIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMPROVE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMP
30.  PENERAPAN LEMBAR KERJA SISWA MODEL TREFFINGER DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
31.  PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
32.  PENGARUH KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN TIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA
33.  EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
:STUDI KASUS TERHADAP SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KOTA SUKABUMI
34.  PENERAPAN BLOG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE AND REVIEW (SQ3R) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI : STUDI KASUS DI SMK BINA PUTERA SUBANG)
35.  EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
36.  IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN TIK (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 MAJA : COREL DRAW)
37.  PENGGUNAAN MEDIA FLASH FLIP BOOK DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
38.  PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU ENELITIAN KUASI EKSPERIMEN DI SDLB – B YP3ATR 1 CICENDO BANDUNG
39.  SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS UNTUK MENENTUKAN PERINGKAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
40.  ANALISIS DESKRIPTIF TERHADAP TINGKAT KUALIFIKASI AKADEMIK, KOMPETENSI, DAN SERTIFIKAT PENDIDIK GURU TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PROFESIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) DAN MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) DI KABUPATEN KUNINGAN
41.  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
42.  PENERAPAN KECERDASAN BUATAN PADA PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK MENGGUNAKAN OPTIMASI ALGORITMA MINIMAX
43.  KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PAKEM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
44.  PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKRUTMEN ANGGOTA MICROFINANCE SYARIAH BERBASIS MASYARAKAT (MISYKAT)
45.  EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK
46.  PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGADAPTASI KONSEP COMPUTER BASED INSTRUCTION (CBI) MODEL SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MERAKIT KOMPUTER
47.  PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ARITMATIKA DASAR UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN
48.  PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA
49.  PENGEMBANGAN MODEL E-LEARNING BERBASIS VIDEO CONFERENCE DALAM PEMBELAJARAN TIK DI SMA
50.   PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NHT(NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN PENDEKATAN SAVI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TIK SISWA (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 4 TAROGONG KIDUL GARUT)


Jumat, 13 Mei 2016

Implementasi pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran

Fenomena pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran di sekolah semakin bergaung. Bahkan dalam kurikulum 2013 yang akan segera berlangsung, ICT memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Pada kurikulum 2013 dijelaskan bahwa pembelajaran menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa dan di mana saja adalah kelas. Oleh karena itu, pemanfaatan ICT diperlukan dalam rangkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Artinya, tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun yang akan datang, materi, tugas dan ditransfer melalui ICT.
 
Perkembangan ICT di dunia sangat cepat, dari waktu ke waktu. Perkembangan ICT tersebut tentunya menjadi potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, maka hal ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan pendidikan yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Tentunya hal tersebut akan menjadi tantangan besar bagi guru karena dituntut untuk mengerti, memahami, mengoperasikan, dan mengeksplor ICT dengan baik sehingga dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. 


Di samping itu, guru harus berpikir lebih kreatif, inovatif, dan berwawasan luas sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. ICT dalam pembelajaran dapat menjadi dua peran, yaitu: (1) sebagai media presentasi pembelajaran, misal berbentuk slide power point dan animasi dengan program flash; (2) sebagai media pembelajaran mandiri atau E-Learning, misal peserta didik diberikan tugas untuk membaca atau mencari sumber dari internet, mengirimkan jawaban tugas,bahkan mencoba dan melakukan materi pembelajaran. Melalui E-Learning, belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Hal ini mendorong peserta didik untuk melakukan analisis dan sintesis pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Peserta didik dirangsang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan.

 Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk belajar melalui E-Learning diantaranya : E-Book, E-Library, interaksi dengan pakar, email, mailling List, News Group, dan lain-lain. Sedangkan manfaat penggunaan ICT dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran adalah: (1) meningkatkan kualitas pembelajaran; (2) memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran; (3) membantu memvisualisasikan ide-ide abstrak; (4) mempermudah pemahaman materi yang sedang dipelajari; (5) menampilkan materi pembelajaran menjadi lebih menarik; dan 6) memungkinkan terjadinya interaksi antara pembelajaran dengan materi yang sedang dipelajari. Jika memperhatikan manfaat dari penggunaan ICT ini, tentunya penggunaan ICT dalam pembelajaran maupun lingkungan sekolah tidak dapat dihindari. Sekolah harus senantiasa berupaya untuk memenuhi kebutuhan terhadap fasilitas ICT ini. 

Minggu, 01 Mei 2016

KASUS DBD DI INDONESIA



Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan 11 daerah di Jawa Timur berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Demam Berdarah (DB). Hal ini terkait sampai hari Minggu (25 Januari 2015) angka penderita demam berdarah di 38 kabupaten/kota di Jatim saat ini sudah mencapai 1.054 penderita, dengan 25 penderita di antaranya meninggal dunia
"Penetapan KLB demam berdarah ditandatangani oleh Gubernur Jatim Soekarwo dan sudah disampaikan ke masing-masing kepala daerah," disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr Harsono di Surabaya, Minggu (25/1/2015).
Adapun Ke-11 daerah yang termasuk KLB DB yakni, Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Madiun.
Sedangkan di Wilayah Kabupaten Kediri sampai saat ini (Senin, 26 Januari 2015) tercatat 87 kasus dengan 2 meninggal. Sebaran wilayah tertinggi penderita DBD di Wilayah Kabupaten Kediri seperti pada grafik di bawah ini.


Adapun menurut kelompok umur terbagi seperti pada grafik di bawah ini. 

Tren kasus demam berdarah di Wilayah Kabupaten Kediri mulai tahun 2005 – 2014 seperti pada grafik di bawah ini.
 


Sedangkan kecenderungan musim penularan DBD di Wilayah Kabupaten Kediri seperti pada grafik di bawah ini.




Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan cara paling efektif untuk mencegah nyamuk "aedes aegypti" berkembang biak, antara lain dengan gerakan 3M Plus, yakni mengubur, menguras dan menutup, plus ikanisasi, larvasida, repellent dan kelambu.
Virus dengue disebarkan oleh nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan ciri-ciri fisik terdapat bintik hitam dan putih pada tubuhnya. Nyamuk Aedes aegypti memiliki kebiasaan tinggal di dalam ruangan, sedangkan Aedes albopictus lebih cenderung berkeliaran di luar ruangan. Kedua vector ini memiliki kemampuan terbang + 200 meter.
Penanggulangan dan Pencegahan DBD di wilayah Kabupaten Kediri
  1. Melakukan GEMAS BEBAS (Gerakan Masyarakat Berantas dan Basmi Demam Berdarah) dengan gerakan PSN dengan 3 M Plus.
  2. Melakukan Sosialisasi  kepada masyarakat tentang bahayanya penyakit Demam Berdarah.
  3. Menggerakan kader Jumantik Desa melakukan Survey jentik di wilayah masing-masing.
  4. Menggerakan anak sekolah melakukan PSN – DBD di Sekolah dan di lingkungan sekitar sekolah dan di rumah anak sekolah.
  5. Meningkatkan kinerja POKJANAL Kecamatan  Desa dan Sekolah untuk melakukan pembinan dan evaluasi GEMAS BEBAS.
  6. Melakukan Fogging sesuai dengan Prosedur yang telah ditetapkan .
  7. Membentuk Desa Percontohan DBD.
  8. Menyiapkan Fasilitas Kesehatan Baik RSUD, RS Swasta maupun Puskesmas untuk segera melaporkan ke Dinas Kesehatan bila merawat pasien DBD selama 24 Jam.
Untuk Peran yang bisa dilakukan oleh Masyarakat antara lain :
  1. Melakukan PSN di lingkungan rumah dan lingkungan sekitar .
  2. Melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat)
  3. Ikut Mensosialisasikan tentang bahayanya penyakit Demam Berdarah.
  4. Segera membawa anak/saudara/tetangga ke pelayanan kesehatan bila ada gejala panas yang tinggi.
(Sumber : Seksi P2B2 Dinkes Kab. Kediri​). [SGI]

Minggu, 10 April 2016

Media Sosial

              Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
              Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
              Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.
              Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
  • Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
  • Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
  • Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
  • Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Pertumbuhan Media Sosial
              Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Peran dan Fungsi Media Sosial
            Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran.
Media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :
  • Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
  • Membangun Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.
  • Jangkauan Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.
  • Terukur
Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

Fungsi Media Sosial
              Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu :
  • Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi  konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
  • Mendengarkan dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
  • Berpikir dan Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.
  • Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk  mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.